Computer featured

Web Service dan Kegunaannya Pada Sistem Komputer

4:28 PMMuhammad Rizky

A. Pengertian Web Service

Web Service adalah sekumpulan  application logic  beserta  object-object  dan method-method  yang dimilikinya yang terletak di suatu server yang terhubung ke internet sehingga dapat diakses menggunakan  protocol HTTP dan SOAP (Simple Object Access Protocol  ). 

Web service sebagai sekumpulan fungsi program untuk melakukan pekerjaan tertentu yang dalam hal ini tentu manipulasi data – mengambil, menambahkan atau mengubah data. (Priambodo, 2010).

Web Service merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas dan interaksi komunikasi antar sistem (aplikasi) dalam suatu jaringan. (Kurniawan, 2011).


Web service sendiri dibentuk dari :
  1. Service provider, merupakan pemilik Web Service yang berfungsi menyediakan kumpulan operasi dari Web Service.
  2. Service requestor, merupakan aplikasi yang bertindak sebagai klien dari Web Service yang mencari dan memulai interaksi terhadap layanan yang disediakan.
  3. Service registry, merupakan tempat dimana Service provider mempublikasikan layanannya. Pada arsitektur Web Service, Service registry bersifat optional. Teknologi web service memungkinkan kita dapat menghubungkan berbagai jenis software yang memiliki platform dan sistem operasi yang berbeda.

Teknologi web service merupakan salah satu cara setiap fungsi bisnis untuk berkomunikasi. Bukan seperti model client/server tradisional, seperti web server atau sistem laman web, Web service tidak menyediakan GUI untuk para pengguna. Web service hanya menyediakan business logic, proses, dan data dalam antarmuka pemrograman antar jaringan. Web services tidak memerlukan browser atau HTML. Sehingga berikutnya Web service dapat ditambahkan ke sebuah GUI (seperti laman web atau aplikasi desktop).

Web service dibangun di atas beberapa teknologi web seperti XML, SOAP, WSDL, dan UDDI.
  1. XML (Ekstensible Markup Language) digunakan untuk sumber daya data yang memiliki interoperabilitas tinggi (dapat diakses dan didukung oleh berbagai aplikasi dan teknologi).
  2. SOAP (Simple Object Access Protocol), protokol ringan untuk XML sehingga dapat digunakan untuk menganalisa informasi dari request dan response pada Web service sebelum dikirimkan melalui jaringan.
  3. WSDL (Web Services Description Language), sebuah bahasa berbentuk XML yang digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan dari Web service sebagai kumpulan dari komunikasi-komunikasi yang saling bertransaksi pesan.
  4. UDDI (Universal Description, Discovery, and Integration), sebuah direktori yang didistribusikan secara web based sehingga dapat mendaftarkan diri ke Internet sehingga dapat dijelajahi.
Secara singkat dapat dijelaskan jika, XML untuk layanan data, SOAP untuk men-transfer data, WSDL untuk menggambarkan services yang tersedia, dan UDDI untuk mendaftar services apa saja yang tersedia.


B. Manfaat Web Service

Web service Sepenuhnya berdasarkan standard web dan xml. Web Service dapat membantu:
  1. Perantara pada integrasi platform sepanjang eksekusi mesin virtual.
  2. Integrasi antara Web dan OO middleware.
  3. Integrasi dari aliran kerja terisolasi dan sevice-service (Web Services Flow Language - WSFL).
  4. Pertukaran data pada aplikasi yang berbeda-beda (X-Schema, XSLT ++)
  5. (Masa depan: standardisasi dari info konteks antara web servis dan klien – integrasi servis horizontal).
  6. Pemain utama dan standard-standard
Bayangkan fungsi-fungsi yang biasa kita buat dalam program kita untuk melakukan pekerjaan yang berulang-ulang dan dapat diakses dari bagian manapun dalam program kita. Begitu pula dengan web service. Bedanya, kalau fungsi dalam program kita hanya bisa diakses dari dalam program, maka web service dapat diakses oleh program lain melalui web.

Teknologi Web service memungkinkan sebuah aplikasi menjadi sangat kecil ukurannya, karena kebanyakan datanya disimpan di web service sehingga tidak perlu disimpan secara lokal. Web service ini juga memudahkan untuk memperbaharui data dalam aplikasi karena perubahan hanya tinggal dilakukan di Web service dan semua aplikasi yang terinstall secara lokal dan mengakses Web service ini pun akan secara otomatis mengikuti perubahan ini. Teknologi Web service ini sangat cocok untuk diterapkan pada aplikasi mobile dimana perangkatnya kebanyakan selalu terkoneksi dengan Internet dan membutuhkan aplikasi-aplikasi yang ringan dalam sisi instalasi lokalnya.


C. Keuntungan Penerapan Web Service

Web service dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pengembangan aplikasi  N-tier, dimana dipisahkan antara server database, aplikasi dan client. Beberapa keuntungan lain yang didapat dari penerapan web service yaitu:  
  1. Dengan format XML yang telah menjadi salah satu standar pertukaran data, penggunaan web service akan banyak memudahkan untuk pertukaran data dalam berbagai sistem dengan berbeda platform. Apabila kita membuat web service dengan teknologi Java, maka fungsi-fungsi yang ada dalam web service tersebut dapat kita baca dengan menggunakan sistem lain yang berbeda sama sekali dari Java, misalkan menggunakan .Net ataupun PHP.
  2.  Web service di support oleh pemain utama dalam dunia TI seperti Microsoft (NET), SUN (Open Net Environment  - ONE), IBM (Web Service Conceptual Architecture  - WSCA), W3C (Web Service Workshop), Oracle (Web Service Broker), Hewlett-Packard (Web Service Platform). 
  3. Dalam penerapan  N-tier, untuk layer bisnis atau  apllication logic  dapat diterapkan dengan web service, sehingga di sisi client kita tidak direpotkan dengan instalasi layer bisnis seperti  halnya  dll, corba, atau jenis  yang lain. Dengan web service,  method atau function yang telah kita buat dapat dipergunakan berulang kali bahkan untuk keperluan aplikasi yang  berbeda (reusable function). Penerapan lebih jauh dari web service adalah  Service Oriented Architecture (SOA) dengan web service sebagai dasarnya.   
  4. Web service dibangun berdasarkan  text base document dengan format XML, sehingga untuk komunikasi data relatif lebih ringan dibandingkan dengan aplikasi yang mengakses langsung database melalui suatu jaringan. Apabila kita menerapkan web service untuk aplikasi yang menggunakan  desktop application  based, kita tidak perlu melakukan instalasi konektor database seperti misalnya menggunakan ODBC, OLEDB, ataupun jenis  data provider lain. Dengan jumlah client yang cukup banyak, tentunya akan sangat merepotkan apabila kita harus melakukan instalasi satu persatu untuk konektor database. Dengan menggunakan web service kita cukup menambahkan  web service reference  di client, sedangkan untuk koneksi databasenya hanya perlu dilakukan di server web servicenya. 
  5. Komunikasi data melalui web service dilakukan melalui  http  atau  Internet protocol  terbuka lainnya. Hal ini sangat memudahkan karena  protocol tersebut adalah protocol yang umum dipakai.

D. Keamanan Web Service

Keamanan pada Web service menjadi sebuah keunikan karena interaksi yang terjadi pada Web service bukan interaksi antara manusia dan program, melainkan merupakan interaksi antara program dan program. Maka keamanan di sini adalah keamanan seperti pengontrolan akses, autentikasi, keamanan data, dan privasi. Skema keamanan yang paling umum akhir-akhir ini adalah SSL (Secure Sockets Layer), tetapi ketika diterapkan pada teknologi Web service maka akan muncul banyak keterbatasan dari SSL. Maka dari itu teknologi Web service sudah mulai bergerak menuju skema keamanan yang XML-based. Seperti XML Encryption, XKMS (XML Key Management Specification), SAML (Secure Assertion Markup Language), WS-Security (Web Services Security), atau ebXML Message Service.

Mengingat web service dibuat dengan memanfaatkan protocol http, maka web service memiliki kerentanan yang sama seperti halnya website biasa. Hal ini dapat diatasi dengan memperhatikan aspek-aspek keamanan pada saat kita membuat web service. Aspek-aspek tersebut antara lain :
  1. Authentication : menggunakan Public Key Infrastructure, atau active directory 
  2. Authorization : membatasi hak control akses terhadap data 
  3. Confidentiality : melakukan enkripsi pada isi message 
  4. Data Integrity  :  menerapkan  Secure  Security Layer/SSL  pada  saat  proses komunikasi data dalam jaringan
  5. Non-Repudiation : menggunakan teknologi digital signature dan timestamping dan menerapkan audit log dalam setiap transaksi.
Sumber : http://ketutrare.blogspot.co.id/2013/05/web-service-dan-kegunaanya-pada-sistem.html

You Might Also Like

1 comments

  1. Lucky Club Casino Site - Lucky Club
    Lucky Club Casino is luckyclub.live licensed and regulated by the Malta Gaming Authority. The game is part of the famous Las Vegas-style gambling empire, ‎Contact Us · ‎Login · ‎Login

    ReplyDelete

Popular Posts

Contact Form